Dunia chat sex


Dari penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa, Mayoritas faktor mahasiswa yang melakukan cybersex (live chat sex) tersebut, adalah (cognitive needs), yaitu kebutuhan mahasiswa terhadap pengetahuan tentang alternatif seks yang baru, yaitu seks dunia maya (live chat sex) yang tinggi, serta segala sesuatu yang menyangkut bagaimana untuk melakukan live chat sex tersebut.Mahasiswa membutuhkan atau menyukai sesuatu inovasi terbaru tentang sesuatu, yang menarik baginya.



Peneliti mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya dan sedetail-detailnya guna mendapatkan informasi yang diharapkan.Pada zaman dahulu orang jatuh cinta perlu berkorban dengan naik kuda berhari-hari dengan jarak yang sangat jauh untuk menemui sang dicintainya. Mudah2an fasilitas yang canggih ini bisa membuat kita berbahagia, dengan saling mencintai persahabatan dengan tidak berbuat yang berlawanan dengan bermanfaat bagi orang lain. bagi yang udah dapet jodoh atau teman di dunia maya ini. Untuk mendapatkan jodoh perlu adu pedang dan tumpahkan darah. Jaman serba canggih…, cukup dengan sms dengan ketik, lalu jreng. Atau sekarang ada lagi mencari jodohnya dengan berburu masuk room keluar room chat. Bagi cowok yang di cari hanya cewek, bagi cewek yang di cari hanya cowok. Setelah mereka mencoba mereka menjadi ketagihan dan kecanduan.

Sehingga, muncul adanya motif personal integratif (personal integrative needs), yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan status individual, disebabkan karena adanya hasrat akan harga diri.

Bahkan perlu memendam rasa rindu di balik tembok karena tak kuasa bertemu.